Langsung ke konten utama

Kuliah Online








Semenjak adanya pandemi virus corona yang menyebabkan kita diharuskan untuk #stayathome, menghindari keramaian dan kontak dengan banyak orang. Upaya pencegahan virus ini menyebar dengan cepat adalah dengan #stayathome sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Mungkin hingga semuanya sudah kondusif. 

Banyak sekali aktivitas sehari hari yang terganggu. Seperti sekolah, kuliah, kerja. Semua sekolah dan kampus memutuskan untuk belajar dengan sistem online bahkan, beberapa tempat kerjapun menerapkan wfh atau work from home.

Saya adalah mahasiswa semester 6 di salah satu universitas negri di jakarta merasakan drama drama dalam menjalani perkuliahan online. Terdapat nilai plus dan minus. Nilai plus dari kuliah online itu sendiri adalah bisa lebih santai dalam menerima materi perkuliahan, sambil rebahan, sambil makan bahkan baru bangun tidur saja bisa langsung ikut belajar serta banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan sambil perkuliahan berjalan. Untuk anak pp seperti saya pun menjadi lebih irit, tidak perlu mengeluarkan ongkos grab/gojek, irit uang jajan pastinya. Walaupun dengan kondisi seperti ini tidak ada uang jajan pastinya.

Nilai minusnya adalah kurangnya sosialisasi, kurang komunikasi antara dosen dan mahasiswa, menghabiskan banyak kuota, perkuliahan yang diganti dengan mengerjakan tugas dengan batas waktu yang sangat cepat. Mungkin karena ini terkesan memaksakan untuk menerapkan sistem online. Alhasil komunikasinya berkurang, bingung cara menggunakan aplikasinya bahkan ada saja drama drama ketika membukanya karena aplikasi sinyal atau kuota yang sudah menipis.

Selain itu, sulit memahami materi yang disampaikan. Baik oleh presenter ataupun dosen. Kendalanya karena malas membaca. Karena sudah melihat tulisan yang banyak. Rasanya sudah pusing duluan dan malas untuk belajar. Saya sempat bertanya kepada teman saya di podcast “kira kira menurut lu, berapa persen materi yang bisa lu fahami?” “Kira-kira cuma 30% lah”. Kata Dina Sakinah Wijaya. Mahasiswi semester 6.

Dikelas saja belum tentu faham bagaimana dengan online harus memahaminya sendiri. Belum lagi kalau ada tugas presentasi. Semakin berat saja beban beratnya. Tapi namun kita harus bisa menikmati langkah demi langkah. Apapun yang terjadi harus tetap berjalan dan berjuang. Semangat!!!!

Alhamdulillah, E-Learning sudah berjalan sekitar dua minggu. Banyak drama drama selama dua minggu. Dimulai dari kebingungan harus seperti apa dan belum tahu cara menggunakan aplikasinya. Dengan adanya kuliah online ini kita jadi tahu bagaimana menggunakan aplikasi tersebut. Contoh aplikasi zoom. Banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan selama dua minggu ini.

Untuk kedepannya semoga perkuliahan tetap berjalan dengan semestinya. Perbaiki setiap harinya kekurangan demi kekurangan supaya dikemudian hari tidak lagi mengecewakan. Semoga sehat selalu untuk teman teman semua, staysafe , #stayathome dan tetap semangat menjalani hari berikutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersyukur

Suara ayam jantan pun mulai terdengar Tanda pagi hari itu pun telah datang Tak lupa juga dengan suara indahnya kicauan burung Disusul udara yang sejuk yang menusuki tubuhku Sedikit demi sedikit mentari itu datang Datang untuk menyinari indahnya alam semesta ini Subhanallah begitu indah alam ini Begitu banyak nikmat yang ku terima hari ini Terima kasih ya Allah Terimakasih atas nikmat yang engkau beri Terimakasih engkau telah meberikan kesempatan Untuk hidup didunia ini Walau aku tau kehidupan didunia Hanyalah kehidupan yang sementara Kehidupan yang akan fana' nantinya Tapi... Kehidupan ini mengajarkan ku Mengajarkan ku apa artinya bersyukur Mengajarkan ku untuk menjadi insan yang lebih baik Mengajarkan ku untuk memahami sedikit demi sedikit tentang pengetahuan agamamu Ya Allah... Terimakasih atas nikmatmu ini Semoga hamba bisa menjadi manusia yang pandai bersyukur Aamiin

KKN-DR ( PAMULANG - TANGERANG SELATAN)

                                Bulan Agustus tahun 2020 pelaksanaan KKN-DR. dari nama saja sudah berbeda ya. KKN yang berbeda dari tahun sebelumnya, karena adanya pandemi ini. sebenarnya sudah ditempatkan di berbagai daerah, karena pandemi akhirnya harus KKN-DR. batalnya KKN diluar itu antara senang dan sedih sih. senangnya karena bisa kenal sama teman-teman yang beda fakultas dan berfikir kita bisa refreshing sambil main gitu. sedihnya, ya harus jalanin KKN sendirian dan dirumah masing-masing. banyak kebingungan dan ketidakjelasan karena ya tahun pertama KKN yang begini.           D i waktu ini juga kita lagi galau-galaunya menentukan peminatan kelas. mungkin telat banget ya, tapi di fakultasku ini emang baru ada peminatan di semester 7. bingung tuh harus pilih yang mana dan harus mikirin judul skripsi juga kan. KKN-DR ini sebenarnya di rumah masing-masing. tapi...